Rangkuman
atas Insani dan Ilahi Yesus
serta
Kematian dan Kebangkitan Yesus
Kesatuan
antara ilahi dan insani dalam diri Yesus
Dalam Kitab Perjanjian
Lama, Allah adalah sumber terang. Terang Allah yang sangat Agung tidak akan
sanggup dilihat oleh manusia dan Allah adalah Dia yang bersabda (Logos). Oleh
karena itu dalam Kitab Perjanjian Lama Allah dikenal oleh manusia lewat dari
Sabda yang keluar dari mulut-Nya. Allah yang bersabda adalah satu dan tidak
terpisahkan dan Allah yang bersabda adalah Allah yang sehakekat, sekodrat
dengan diri-Nya. Dari Sabda-Nya Allah menyatakan hakekat-Nya yaitu Cinta. Oleh
karena itu, Allah sangat mencintai ciptaan-Nya.
Namun, Allah tidak
ingin Sabda cinta-Nya yang keluar dari mulut-Nya tinggal hanya dalam kata-kata
saja. Allah tidak mau cinta-Nya tidak dapat dikenal oleh manusia. Oleh sebab
itu Allah berinisiatif untuk menunjukkan cinta-Nya kepada Manusia. Untuk dapat
menunjukkan cinta-Nya kepada manusia Allah harus menerima daging.
Ketika Allah menerima
daging manusiawi, Allah ikut dan tunduk dengan segala aturan dan hukum manusia.
Dengan itu, Allah yang yang Mahakuasa masuk dalam keterbatasan dan mengalami
keterbatasan manusia. Dalam keterbatasan inilah Allah menunjukkan kuasa-Nya dan
dikenal oleh manusia lewat Sabda dan seluruh hidup Yesus. Oleh karena itu,
Allah dikenal dengan kata-kata, tindakan dan seluruh hidup-Nya. seluruh Sabda
dan tindakan hidup Yesus sehakekat dengan kodrat Allah dan seluruh hidup-Nya
digerakkan oleh Roh (Ruah, Nafas) Allah. Roh inilah yang menjadi semangat atau
spirit hidup Allah atau dengan kata lain Roh Allah-lah yang memperlihat dinamika
(memiliki kemamuan dan inisatif) Allah.
Ada sebuah pepatah yang
menyatakan bahwa “mulutmu adalah harimaumu” pepatah ini mau menunjukkan bahwa spirit,
identitas dan hakikat diri manusia dapat dikenal lewat kata-kata yang keluar
dari mulutnya. Oleh karena itu seorang dapat dikenal lewat kata-kata yang
keluar dari mulutnya dan tindakannya. Melalui kata-kata yang keluar dari mulut
seseorang dapatlah dilihat spirit dan cerminan dirinya. Maka dapat disimpulkan
bahwa Roh adalah hakekat spiritual sebagai semua ciptaan.
Makna
kematian dan Kebangkitan Yesus
Allah sungguh mencintai
manusia. Karena cinta Allah yang begitu besar akan dunia inilah maka Allah mengutus
Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia. Sejak awal manusia jatuh dalam dosa
Allah telah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Maka
kehadiran Yesus ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang jatuh dalam dosa.
Ketakutan
Allah yang mengerikan adalah melihat manusia ingin melenyapkan atau
menyingkirkan Allah demi kuasa. Manusia ingin menjadi pusat, maka manusia yang
terbatas ingin menyingkirkan Allah demi kuasa. Manusia adalah mahluk yang
terbatas (kasar, keras dan jahat). Keterbatasan manusia tampak dalam diri
Pilatus, Kayafas dan orang-orang Yahudi. Allah yang berinisiatif ingin
menyelamatkan manusia dengan menerima daging agar dapat menyelamatkan manusia.
Dengan menerima daging manusiawi, Allah yang Mahakuasa masuk dalam keterbatasan
manusia dan mengalami semua keterbatasan manusia. Dalam keterbatasan inilah,
Allah menunjukkan kuasa-Nya yang tidak terbatas melaui kata dan tindakan-Nya
yang pada akhirnya berpuncak pada kebangkitannya dari alam maut.
Yesus
yang hadir ke dunia mengambil rupa yang paling hina (lemah dan tidak berdaya).
Sejak lahir sampai wafat-Nya, Yesus menjadi orang yang paling hina dan
menderita.
Refleksi
Dari materi perkuliahan ini saya
merefleksikan beberapa hal yakni:
1. Kesadaran diri saya sebagai manusia
Saya
sebagai manusia kerap lupa bahwa saya adalah manusia yang rapu dan mudah jatuh
kedalam dosa. Akibatnya kerap saya merasa bahwa saya adalah orang paling ideal
dan paling unggul dari yang lain. Karena itu pula saya juga sering memaksakan
kehendak saya kepada orang lain dan
merasa bahwa diri saya yang paling benar. Tidak jarang juga hal seperti ini
mengakibatkan saya dan sesame saya jadi salah paham dan menimbulkan
pertengkaran. Terlebih lagi saya dalam formation untuk menjadi imam sikap
rendah hati sangat diperlukan sebab saya merasa bahwa dengan status sebagai
imam kelak lebih kuat godaan dan tantangan sebab tanggungjawab dan tugas besar
akan diemban dalam berpastoal di Paroki.
2.
Menyadari kebesaran Allah
Jujur saja
kadang saya merasa frustasi dan mengeluh kepada Tuhan bila saya tertimpa
masalah maupun musibah. Saya kurang sadar akan kebaikan Tuhan, bahkan kadang
saya hal melihat hal-hal yang menguntungkan bagi saya saja, baru saya mengakui
kebaikan Tuhan.kesadaran akan kebaikan dan kebesaran Allah dalam hidup
sehari-hari juga membuat saya merasa bahwa segala keberhasilan yang saya
peroleh adalah