Selasa, 16 Juni 2020





Rangkuman atas Insani dan Ilahi Yesus
serta Kematian dan Kebangkitan Yesus

Kesatuan antara ilahi dan insani dalam diri Yesus
Dalam Kitab Perjanjian Lama, Allah adalah sumber terang. Terang Allah yang sangat Agung tidak akan sanggup dilihat oleh manusia dan Allah adalah Dia yang bersabda (Logos). Oleh karena itu dalam Kitab Perjanjian Lama Allah dikenal oleh manusia lewat dari Sabda yang keluar dari mulut-Nya. Allah yang bersabda adalah satu dan tidak terpisahkan dan Allah yang bersabda adalah Allah yang sehakekat, sekodrat dengan diri-Nya. Dari Sabda-Nya Allah menyatakan hakekat-Nya yaitu Cinta. Oleh karena itu, Allah sangat mencintai ciptaan-Nya.
Namun, Allah tidak ingin Sabda cinta-Nya yang keluar dari mulut-Nya tinggal hanya dalam kata-kata saja. Allah tidak mau cinta-Nya tidak dapat dikenal oleh manusia. Oleh sebab itu Allah berinisiatif untuk menunjukkan cinta-Nya kepada Manusia. Untuk dapat menunjukkan cinta-Nya kepada manusia Allah harus menerima daging.
Ketika Allah menerima daging manusiawi, Allah ikut dan tunduk dengan segala aturan dan hukum manusia. Dengan itu, Allah yang yang Mahakuasa masuk dalam keterbatasan dan mengalami keterbatasan manusia. Dalam keterbatasan inilah Allah menunjukkan kuasa-Nya dan dikenal oleh manusia lewat Sabda dan seluruh hidup Yesus. Oleh karena itu, Allah dikenal dengan kata-kata, tindakan dan seluruh hidup-Nya. seluruh Sabda dan tindakan hidup Yesus sehakekat dengan kodrat Allah dan seluruh hidup-Nya digerakkan oleh Roh (Ruah, Nafas) Allah. Roh inilah yang menjadi semangat atau spirit hidup Allah atau dengan kata lain Roh Allah-lah yang memperlihat dinamika (memiliki kemamuan dan inisatif) Allah.
Ada sebuah pepatah yang menyatakan bahwa “mulutmu adalah harimaumu” pepatah ini mau menunjukkan bahwa spirit, identitas dan hakikat diri manusia dapat dikenal lewat kata-kata yang keluar dari mulutnya. Oleh karena itu seorang dapat dikenal lewat kata-kata yang keluar dari mulutnya dan tindakannya. Melalui kata-kata yang keluar dari mulut seseorang dapatlah dilihat spirit dan cerminan dirinya. Maka dapat disimpulkan bahwa Roh adalah hakekat spiritual sebagai semua ciptaan.

Makna kematian dan Kebangkitan Yesus
Allah sungguh mencintai manusia. Karena cinta Allah yang begitu besar akan dunia inilah maka Allah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia. Sejak awal manusia jatuh dalam dosa Allah telah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Maka kehadiran Yesus ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang jatuh dalam dosa.
            Ketakutan Allah yang mengerikan adalah melihat manusia ingin melenyapkan atau menyingkirkan Allah demi kuasa. Manusia ingin menjadi pusat, maka manusia yang terbatas ingin menyingkirkan Allah demi kuasa. Manusia adalah mahluk yang terbatas (kasar, keras dan jahat). Keterbatasan manusia tampak dalam diri Pilatus, Kayafas dan orang-orang Yahudi. Allah yang berinisiatif ingin menyelamatkan manusia dengan menerima daging agar dapat menyelamatkan manusia. Dengan menerima daging manusiawi, Allah yang Mahakuasa masuk dalam keterbatasan manusia dan mengalami semua keterbatasan manusia. Dalam keterbatasan inilah, Allah menunjukkan kuasa-Nya yang tidak terbatas melaui kata dan tindakan-Nya yang pada akhirnya berpuncak pada kebangkitannya dari alam maut.
            Yesus yang hadir ke dunia mengambil rupa yang paling hina (lemah dan tidak berdaya). Sejak lahir sampai wafat-Nya, Yesus menjadi orang yang paling hina dan menderita.

Refleksi
Dari materi perkuliahan ini saya merefleksikan beberapa hal yakni:

1.      Kesadaran diri saya sebagai manusia
Saya sebagai manusia kerap lupa bahwa saya adalah manusia yang rapu dan mudah jatuh kedalam dosa. Akibatnya kerap saya merasa bahwa saya adalah orang paling ideal dan paling unggul dari yang lain. Karena itu pula saya juga sering memaksakan kehendak saya kepada orang lain  dan merasa bahwa diri saya yang paling benar. Tidak jarang juga hal seperti ini mengakibatkan saya dan sesame saya jadi salah paham dan menimbulkan pertengkaran. Terlebih lagi saya dalam formation untuk menjadi imam sikap rendah hati sangat diperlukan sebab saya merasa bahwa dengan status sebagai imam kelak lebih kuat godaan dan tantangan sebab tanggungjawab dan tugas besar akan diemban dalam berpastoal di Paroki.

2.      Menyadari kebesaran Allah
Jujur saja kadang saya merasa frustasi dan mengeluh kepada Tuhan bila saya tertimpa masalah maupun musibah. Saya kurang sadar akan kebaikan Tuhan, bahkan kadang saya hal melihat hal-hal yang menguntungkan bagi saya saja, baru saya mengakui kebaikan Tuhan.kesadaran akan kebaikan dan kebesaran Allah dalam hidup sehari-hari juga membuat saya merasa bahwa segala keberhasilan yang saya peroleh adalah

Rangkuman atas Insani dan Ilahi Yesus serta Kematian dan Kebangkitan Yesus Kesatuan antara ilahi dan insani dalam diri Yesus...

KEWAJIBAN KHUSUS KLERUS (DIOSESAN) BERDASARKAN KHK 1983 KANON 273 1